LINUX FILE PERMISION

Linux File Permision

Linux File Permision tujuannya adalah memahami kepemilikan dari file dan direktori, melihat hak akses file, dan mengatur hak akses file sendiri.

Memahami Kepemilikan File

Setiap file di sistem Linux Anda, termasuk direktori, dimiliki oleh pengguna tertentu dan grup. Oleh karena itu, hak akses file didefinisikan secara terpisah untuk user, grup,
dan lain-lain.

Linux membagi 3 kelas yang berhak mengakses sebuah file :

Owner, yaitu Menentukan hak user pemilik file.
Group, Menentukan hak kelompok pemilik file (setiap pemakai mempunyai group misalnya sejumlah orang yang terlibat dalam sebuah proyek mempunyai group yang sama dan berhak mengakses suatu file dengan hak akses yang sama).
Other, Menentukan hak pengguna selain user.

Memahami Permission File

Ada tiga jenis izin akses di Linux :
read, zin untuk membaca file
write, zin untuk mengubah isi file
execute, izin untuk mengeksekusi program

Izin ini didefinisikan secara terpisah untuk pemilik file, kelompok dan semua pengguna lain.

Read. Pada file biasa, read berarti file dapat dibuka dan dibaca. Pada sebuah drektori, read berarti Anda dapat melihat daftar isi direktori. Write. Pada file biasa, ini berarti Anda dapat memodifikasi file, alias menulis data baru ke file. Dalam kasus sebuah direktori, write berarti Anda dapat menambah, menghapus, dan mengubah nama file dalam direktori. Ini berarti bahwa jika file memiliki izin write, Anda diperbolehkan untuk memodifikasi isi file, tetapi Anda iperbolehkan untuk mengubah nama atau menghapus file hanya jika hak akses direktori file yang memungkinkan Anda untuk melakukannya. Execute. Dalam kasus sebuah file biasa, ini berarti Anda dapat menjalankan file sebagai program atau shell script. Pada sebuah direktori, execute (disebut juga “search bit”) memungkinkan Anda untuk mengakses file dalam direktori dan memasukkannya, dengan perintah cd.

Mengatur Hak Akses

  • Mode simbolik

    Pertama : readers harus memutuskan apakah readers mengatur hak akses untuk pengguna (u), kelompok (g), pengguna lainnya (o), atau ketiganya (a).
    Kedua : readers bisa menambahkan izin (+), menghapus (-), atau menghapus izin sebelumnya dan menambahkan izin yang baru (=)
    Ketiga : tentukan perizinannya. Apakah readers mengatur izin read (r), write (w), execute (e), atau ketiganya.
    Keempat : readers hanya tinggal memberikan perintah untuk chmod, hak akses mana yang akan di rubah.

    Contoh:

    Kita mempunyai regular file bernama contohfile  dan file memiliki izin akses penuh pada semua kelompok (ada perintah ‘rwx’).

    Tampilan awal Perizinan file :
    -rwxrwxrwx

    1. kita hapus semua hak akses yang sekarang dan mengganti dengan hanya izin read untuk semua grup.
    Syntax: $ chmod a=r contohfile
    Tampilan akan menjadi : -r–r–r–

    2. selanjutnya kita akan memberikan izin kepada grup (yang di tengah) untuk di tambahkan izin execute
    Syntax: $ chmod g+x contohfile
    Tampilan akan menjadi : -r–r-xr–

    3. selanjutnya kita akan memberikan izin kepada semua grup untuk di tambahkan izin write.
    Syntax: $ chmod ugo+w contoh file
    Tampilan akan menjadi : -rw-rwxrw-

    4. selanjutnya kita akan menghapus izin execute yang ada pada grup (yg di tengah) untuk di hapus.
    Syntax: $ chmod g-x contohfile
    Tampilan akan menjadi : -rw-rw-rw-

    Mode Numerik :

    Mode dimana diwakili oleh 3 angka octal untuk perizinan filenya.
    Standar umumnya adalah:

    4= read (r)
    2= write (w)
    1= execute (x)
    0= tidak ada izin (-)

    Jika ingin mendapatkan hak akses yang kita inginkan kita hanya tinggal menjumlahkan angka yang sesuai .

    Contoh:
    1. Kita ingin mendapatkan hak akses Read Write dan Execute secara bersamaan maka numeriknya menjadi seperti ini:
    Read + write + execute
    4 + 2 + 1 = 7

    2. Kita ingin mendapatan hak akses read dan execute secara bersamaan maka numeriknya akan menjadi seperti ini:
    Read + Execute
    4 + 1 = 5
    Contoh penerapan pada syntax:
    $ chmod 755 contohfile
    Syntax diatas menunjukan hak akses untuk User adalah 7 (rwx), untuk grup adalah 5 (rx), dan untuk others  juga 5 (rx).

    Mode numerik mungkin tidak sesederhana mode simbolik, tetapi dengan modenumerik, Anda dapat lebih cepat dan efisien mengatur hak akses file. Ini referensi cepat untuk pengaturan hak akses file dalam mode numerik mungkin membantu :

    Which Number ?

    0  —
    1  –x
    2  -w-
    3  -wx
    4  r–
    5  r-x
    6  rw-
    7  rwx


    Bagaimana caranya untuk mengubah kepemilikan file & direktori ?

    Pemilik sebuah file atau direktori dapat diganti menjadi milik user yang lain. Untuk mengganti digunakan perintah chown.

    Berikut adalah cara penulisannya :

    -chown option pemilik_baru nama_file/direktori
    Untuk melihat kepemilikan suatu file dan group, gunakan perintah ls dengan option -l

    Contoh output dari perintah tersebut :

    rw-rw-rw- 1 azizah azizah 0 Jan 23 05:32 contohfile

    -Terlihat nama azizah yang pertama adalah pemilik file dan nama azizah yang kedua adalah nama groupnya. Secara default nama group sama seperti nama pemilik file.
    – Untuk mengubah kepemilikan file contohfile dengan user lain, kita bisa mengetikkan:
     
    chown aku contohfile

    – Perintah tersebut mengubah kepemilikan contohfile menjadi milik user aku bukan lagi user azizah. Untuk melihat perubahannya lihat kembali detailnya dengan menggunakan perintah.
     
    ls –l contohfile

    – Salah satu option yang ada di chown adalah –R. Option –R ini mengubah permission semua file yang ada dalam subdirektori dalam direktori yang sedang aktif.
    – Option –R bekerja secara rekursif,option tersebut mengubah kepemilikan semua objek yang ada dalam direktori bukan hanya kepemilikan direktorinya saja.

    Contoh penggunaannya:

    chown -R aku work

    Perintah ini memberikan chown permission bagi user aku terhadap semua file yang ada di direktori work.

Manajemen File dan Direktori

Melihat daftar direktori

  • $ pwd
  • /home/user/praktikum
  • $ ls
  • text1 text2 text3 text4 text5
  • $ ls /home/user/praktikum
  • text1 text2 text3 text4 text5

Menampilkan Daftar Direktori dengan Format yang Panjang

Dengan tambahan -l (long) dan -a (all) untuk menampilkan daftar direktori dengan format panjang.

  • $ ls –al
  • total 24
  • drwxrwxr-x. 2 user group 4096 2009-08-11 21:21 .
  • drwx——. 35 user group 4096 2009-08-12 10:55 ..
  • -rw-rw-r–. 1 ian ian 24 2009-08-11 14:02 text1

Karakter r, w, x dan – artinya :

  • r = read permission
  • w = write permission
  • x = execute permission
  • – = no permission
  • cp : Digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.
  • mv : Digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.
  • rm : Digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.
  • Eksekusinya seperti berikut :
  • $ cp text1 text1.new
  • $ mkdir backup
  • $ cp text1 backup/
  • $ mv text1.new backup/
  • $ mv backup/text1.new backup/text1.new.1
  • $ ls text1 backup/
  • $ cp text1 d1/d2
  • $ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2

Selain itu juga ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv yaitu :

  • -f atau –force. Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
  • -i atau –interactive . Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
  • -b atau –backup . akan membuat cadangan dari file yang akan diganti.

Menghapus File atau Direktori Secara Rekursif

Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)

  • $ rm -r d1

Membuat File Kosong

Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak.

  • $ touch file1 file2 file3

Menggunakan Perintah Find

Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau waktu

  • $ find . -name “text”

Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text.

Kompresi File

Dalam linux, ada dua program yang populer untuk kompresi yaitu gzip dan bzip2. Perintah gzip menggunakan algoritma Lempel-Ziv, sementara bzip2 menggunakan algoritma Burrows-Wheeler.

Kompresi dengan gzip

  • $ cp /etc/services .
  • $ ls -l
  • $ gzip services
  • $ ls -l
  • gunakan perintah bunzip2 untuk dekompresi file bzip2
  • $ bunzip2 services.bz2

 

Referensi : Modul Asisten Sistem Operasi 2015

Linux Shell dan Penjadwalan

Linux Shell


Shell
, adalah program (penterjemah perintah)yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini Kernel (inti dari sistem operasi), umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user dapat mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan baik berupa perintah internal shell (internal command), ataupun perintah eksekusi file program (eksternal command), selain itu memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file untuk dieksekusi sebagai program .

Beberapa shell yang ada di linux antara lain:

  • Bourne shell(sh),
  • C shell(csh),
  • Korn shell(ksh),
  • Bourne again shell(bash),
  • dsb.

 

Fungsi Karakter Spesial

  • “\”  Escape character. Jika anda menginginkan untuk menggunakan karakter spesial, anda harus “melepaskan” dengan miring garis terlebih dahulu.
    Contoh: touch /tmp/filename\*
  • “/”  Alat pemisah direktori, digunakan untuk memisahkan string dari nama direktori Contoh: /usr/src/linux
  • “.”  Direktori saat ini. Dapat juga “menyembunyikan” file ketika diletakkan di karakter pertama pada nama file
  • “..” = Parent Directory
  • “~” = Direktori home untuk user
  • “*” Mewakili 0 atau banyak karakter dalam nama file, atau dengan sendirinya, semua file dalam direktori. Contoh: pic*2002 mewakili file pic2002, picJanuary2002, picFeb292002 dll
  • “[]” Dapat digunakan untuk mewakili jarak dari nilai, misal: [0-9], [a-z], dll
    Contoh: hello[0-9].txt mewakili nama hello0.txt, hello1.txt, dan hello2.txt
  • “?” Mewakili karakter tunggal dalam nama file
    Contoh: hello?.txt dapat mewakili hello1.txt, helloz.txt, tapi bukan hello22.txt
  • “|” atau “Pipa”. Mengalihkan output dari satu perintah menuju perintah lainnya Contoh: ls | more
  • “>” Mengalihkan output dari suatu perintah ke dalam file baru. Jika file sudah ada, maka akan ditulis ulang. Contoh: ls > file.txt
  • “>>” = Mengalihkan output dari suatu perintah menuju ke akhir dari suatu file yang sudah ada Contoh: echo “praktikum SO ceria” >> file.txt
  • “;” = Command separator. Memungkinkan anda untuk mengeksekusi banyak perintah dalam satu baris Contoh: cd /var/log ; less message
  • “&&” Command separator seperti sebelumnya, hanya saja akan menjalankan perintah kedua jika perintah pertama dikerjakan tanpa ada error Contoh: cd /var/logs && less message
  • “&” = Mengeksekusi suatu perintah di background, dan langsung mendapatkan shell anda kembali Contoh: find / -name core > /tmp/corefile.txt

 

Penjadwalan

 
Penjadwalan, merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Proses penjadwalan yang akan dibahas disini adalah proses penjadwalan sistem operasi LINUX
Penjadwalan Proses
Pada sistem Linux, terdapat banyak cara untuk menangani eksekusi-eksekusi perintah. Diantaranya, diberi kesempatan untuk membuat daftar perintah dan menentukan kapan perintah dijalankan oleh sistem. Perintah at, sebagai contoh memberi peluang untuk menjalankan program berdasarkan waktu yang ditentukan. Perintah batch adalah memiliki kemiripan dengan at, namun batch menjalankan program-program manakala sistem menemukan waktu untuk mereka.

crontab -e : Perintah ini digunakan untuk mengubah daftar perintah yang akan dijalankan oleh crontab. Untuk menambahkan perintah baru, kita hanya perlu mengetikkan perintah yang ingin kita jalankan sesuai format penulisan perintah di crontab.

contoh : * * * * * /ini/adalah/perintah

Format penulisan crontab terdiri dari lima buah bintang yang menunjukan waktu dan satu buah perintah yang akan kita jalankan. Penjelasan dari lima buah bintang tersebuh adalah sebagai berikut :

  1. * pertama menentukan menit ke berapa perintah akan dieksekusi (range = 0–59)
  2. * kedua menentukan jam berapa perintah akan dieksekusi (range = 0 – 23)
  3. * ketiga menentukan hari ke berapa perintah akan dieksekusi (range = 1 – 31)
  4. * keempat menentukan bulan berapa perintah akan dieksekusi (range = 1 – 12)
  5. * kelima menentukan hari ke berapa dalam seminggu perintah akan dieksekusi (range = 0 – 6 ; minggu = 0)
  • Menjalankan perintah setiap 5 menit sekali :

*/5 * * * * /ini/suatu/perintah

  • menjalankan setiap 10 menit sekali:

0, 10, 20, 30, 40, 50 * * * * /ini/suatu/perintah

  • menjalankan perintah seyiap pukul 15.30 pada hari kamis:

30 15 * * 4 /ini/suatu/perintah

  • menjalankan perintah setiap pukul 06.06 pada tanggal 4 bulan 4(April):

6 6 4 4 * /ini/suatu/perintah

  • menjalankan perintah setiap pukul 07.00 pada hari Senin-Jum’at:

0 7 * * 1 – 5 /ini/suatu/perintah

 

Selain dengan format penulisan waktu diatas, ada juga format penulisan waktu khusus. Berikut contohnya :

Kode Spesial Deskripsi Format Manual
@yearly (@annually ) Menjalankan perintah setahun sekali saat tengah malam di tanggal 1 Januari 0 0 1 1 *
@monthly Menjalankan perintah sebulan sekali saat tengah malam setiap awal bulan 0 0 1 * *
@weekly Menjalankan perintah seminggu sekali saat tengah malam di hari Minggu 0 0 * * 0
@daily Menjalankan perintah setiap hari saat tengah malam 0 0 * * *
@hourly Menjalankan perintah setiap jam 0 * * * *
@reboot Menjalankan perintah disaat startup @reboot

 

Sumber : Modul Praktikum SO A-2013

Resume Manajemen Proses

Manajemen Proses

Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Di Linux, setiap program merupakan proses. Proses dapat diciptakan dan dapat pula dimusnahkan.
Ketika sistem operasi GNU/Linux pertama kali diaktifkan, saat itu pula proses yang bertanggung jawab untuk memuat kernel diciptakan. Proses yang pertama kali diciptakan di Linux disebut init.

Konsep proses di Linux memiliki kemiripan dengan konsep file permission.
Dalam pengertian setiap user hanya dapat memanipulasi proses yang menjadi miliknya. Setiap proses juga memiliki PID atau Process ID yang merupakan nomor unik yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan proses bersangkutan.
Terdapat 4 konsep dasar manajemen proses :

  •  Multiprogramming, salah satu teknik penjadwalan dimana tugas (task) yang sedang berjalan tetap berjalan sampai ia melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar (external event), misalnya membaca data dari disket/CD/dsb, atau sampai komputer memaksa untuk menukar tugas yang sedang berjalan dengan tugas lainnya.
  • Pseudoparallelism, eksekusi proses secara paralel pada sistem.  Multiprcessing, kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara serentak. Istilah ini juga dapat merujuk kepada dukungan sebuah sistem untuk mendukung lebih dari satu prosesor dan mengalokasikan tugas kepada prosesor-prosesor tersebut.
  • Distributed Processing, Mengerjakan semua proses pengolahan data secara bersama antara komputer pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi.

Model-model proses:

  1.  Sequential Proses.
  2.  Multiprogramming.
  3.  CPU Switching.

Operasi – operasi pada Proses :

  1.  Penciptaan proses (create a process).
  2.  Penghancuran/terminasi proses (destroy a process).
  3.  Penundaan proses (suspend a process).
  4.  Pelanjutan kembali proses (resume a process).
  5.  Mem-block proses.
  6.  Membangunkan proses.
  7.  Menjadwalkan proses.
  8.  Komunikasi Antar Proses.

Dalam resume ini kita akan mengimplementasikan beberapa operasi – operasi pada proses dengan menggunakan terminal.
Perintah-perintah proses di linux :

• Instruksi ps (process status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. PID adalah Nomor Identitas Proses, TTY adalah nama terminal dimana proses tersebut aktif, STAT berisi S (Sleeping) dan R (Running), COMMAND merupakan instruksi yang digunakan.

$ ps

ps

  • Untuk melihat faktor/elemen lainnya, gunakan option –u (user). %CPU adalah presentasi CPU time yang digunakan oleh proses tersebut, %MEM adalah presentasi system memori yang digunakan proses, SIZE adalah jumlah memori yang digunakan, RSS (Real System Storage) adalah jumlah memori yang digunakan, START adalah kapan proses tersebut diaktifkan.
     $ ps u

ps u

  • Mencari proses yang spesifik untuk pemakai.
    $ ps -u <user>

ps -u user

  • Mencari proses lainnya gunakan opsi -a, -au dan -aux
    $ ps -a
    $ ps -au
    $ ps -aux

ps -aux (2)

  • Melihat proses yang sedang berjalan
    $ top

top

$ htop

htopCatatan : untuk install htop ketik command sudo apt-get install htop (perlu koneksi internet)

  • Menampilkan hubungan proses parent dan child . $ ps -eH untuk Menampilkan hubungan proses parent dan child

ps -eH

$ ps -eF untuk Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya

ps -eF

  • Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child
    $ pstree

pstree

mungkin cuma sekian resume dari saya. lebih dan kurangnya saya ucapkan terima kasih 😀

Referensi : Modul Praktikum Sistem Operasi 2015

 

 

Resume Praktikum Sistem Operasi Pertemuan 1

0

Pada pertemuan pertama, kita belajar sedikit tentang linux.

Nah, apa Linux itu??

Linux itu adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki Finlandia sebagai proyek hobi mulai tahun 1991. Ia menulis Linux, sebuah kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU Intel yang cocok untuk PC. Baru pada tanggal 14 Maret 1994 versi 1.0 mulai diluncurkan, dan hal ini menjadi tonggak sejarah Linux. Linux termasuk sistem operasi yang didistribusikan secara open source, artinya kode sumber Linux diikutsertakan sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan dengan mudah. Selain itu Linux dikembangkan oleh GNU (General Public License).

Pada praktikum kemarin kita  menggunakan Linux, kita wajib mengenal apa saja perintah-perintah dasar yang ada di sistem operasi linux tersebut.

Berikut ini adalah beberapa perintah-perintah dasar yang ada di OS Linux..

Perintah-perintah ini di eksekusi dengan menggunakan “Terminal/Console”. Untuk membuka jendela Terminal ada beberapa cara:

  • Dash Menu | ketikan “terminal” | klik terminal.
  • Menggunakan shortcut [CTRL] + [ALT] + [T]

Setelah melakukan salah satu dari perintah diatas maka jendela terminal akan terbuka.

Perintah Dasar untuk Penanganan File

  • Membuat direktori

mkdir nama_folder

Misalkan sobat-sobat akan membuat sebuah folder dengan nama “kodok”, maka pada terminal ketikkan perintah berikut:

mkdir kodok

setelah itu akan tercipta sebuah folder baru yang bernama “kodok” di direktori yang sedang aktif.

  • Menampilkan isi direktori
    • Ls

Jika dijalankan begitu saja perintah ini akan menampilkan daftar file dan folder yang berada di direktori yang sedang aktif.Perintah ls ini bisa ditambah dengan atribut-atribut yang lain untuk memperoleh tampilan daftar isi direktori yang berbeda. Misalnya saja:

  • ls –l

memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut seperti pemilik, permission, ukuran, dan tanggal modifikasi.

  • ls –a

Memperlihatkan daftar file dan file tersembunyi di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun .

  • ls –al

Menggabungkan opsi perintah -l dan -a untuk ls .

  • ls/direktori/ehm

Memperlihatkan daftar file dari /direktori/ehm ketika kita sedang berada di direktori sekarang.

  • Berpindah direktori
    • cd direktori_tujuan

Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori yang lain.

Contohnya ketika kita sedang berada di direktori “home” dan ingin berpindah ke direktori lain yang bernama “nama_folder” maka perintah yang bisa dilakukan adalah:

cd nama_folder” maka seketika kita akan berpindah ke dalam direktori “nama_folder” tersebut. Perintah cd ini juga memiliki parameter yang lain untuk berpindah ke folder, diantaranya:

  • cd direktori/

Pindah direktori ke direktori yang berada di dalam direktori sekarang.

  • cd ~ → pindah ke direktori home.
  • cd .. → pindah satu direktori ke direktori teratas atau kembali ke direktori sebelumnya.
  • cd ../../n → pindah n direktori sebelumnya.
  • cd /direktori/sesuatu → pindah ke direktori tanpa harus mundur ke direktori sebelumnya.

Akan pindah jika direktori tersebut ada dan penulisan nama direktorinya benar . Contoh:

cd /media/sda6/data/kumpulan3gp perintah diatas akan membuat kita berpindah ke direktori “kumpulan3gp” yang berada di foldermedia/sda6/data.

  • Menampilkan tempat direktori yang aktif
    • Pwd

Penggunaan perintah ini cukup dengan mengetikan pwd pada terminal.

  • Menyalin file cp file_yang_akan_disalin
    • cp file /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file tertentu ke direktori tertentu
    • cp -r folder /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi folder tertentu secara rekursif ke direktori tertentu.
    • cp *.extension /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file – file yang berekstensi tertentu ke direktori tertentu.
    • cp nama* /path/ke/direktori/sesuatu → mengopi file – file yang namanya diawali dengan ‘nama’ ke direktori tertentu.
  • Memindahkan file
    • mv file_yang_akan_dipindahkan ke direktori_tujuan.
    • Selain berfungsi untuk memindahkan file ke direktori lain, perintah ini juga bisa digunakan untuk mengganti nama (rename) file.
    • mv nama_file_lama.ehm menjadi ehm.
    • Perintah ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan cp.
  • Menghapus file
    • rm file → menghapus file
    • rm -r folder → menghapus folder
    • rm -rf folder → menghapus folder secara paksa
  • Mencari file dalam direktori
  • find nama_file/folder_yang_akan_dicari

contoh:

find “KasihTakSampai.txt”

apabila di eksekusi akan mencari file yang bernama “KasihTakSampai.txt” pada direktori yang aktif. Apabila file ditemukan maka file dengan nama itu akan ditampilkan, tapi apabila file tidak ditemukan maka akan muncul notif bahwa file tidak ada.

 

sumber : Modul Pertemuan Pertama Praktikum Sistem Operasi

Resume Praktikum Sistem Basis Data Pertemuan Pertama

Oracle

Oracle adalah database rasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu system manajemen basis data RDBMS (Relational Data Base Management System) yang multi-platform. Setelah kita mengetahui sedikit tentang oracle , selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana cara menginstall oracle tersebut

Pertama buka program yang sudah ada, kemudian klik 2 kali.0

selanjutnya Oracle akan mulai proses untuk penginstalan, tunggu sampai proses dibawah ini selesai.

1

Setelah selesai, Oracle siap diinstal klik tombol “Next” untuk melanjutkan.
3

Kemudian klik “I Accept” agar bisa melanjutkan proses install.
4

jika sudah, maka klik “Next >”.

Kemudian pilih penempatan penginstallan, setelah itu maka klik “Next”.
5

Nah, bagian ini anda akan disuruh mengisi password untuk penggunaan database biasanya digunakan password. agar lebih mudah, coba saja gunakan pasword “system”.6

Klik “Install” untuk memulai menginstalan.
7

Tunggu hingga proses install selesai, dan kemudian klik “finish”.
8

Jika ingin menjalankan program, maka klik menu start kemudian ketik ” go to Database Home Page “. (Windows 8.1)

9

 

Setelah terbuka, maka aplikasi akan terbuka di browser anda, kemudian masukkan username dan password yang anda buat tadi, yaitu “system”.

11

 

setelah anda login akan muncul seperti ini

12

Kemudian kita akan membuat tabel baru. Untuk prosesnya Klik Administrator Database Users > Create Database User. Kemudian klik “Create”.

13

Isilah setiap kolom yang diberi tanda (*) sesuai database yang ingin anda buat. kemudian centang tanda seperti pada gambar diatas. setelah itu klik “Create”. Maka akan muncul tampilan dibawah ini.

14

Database telah selesai dibuat, maka anda selanjutnya akan membuat tabel seperti yang anda inginkan.

 

Review Rekayasa Perangkat Lunak

Menurut Roger S. Pressman, Ph.D. dalam bukunya yang berjudul Rekayasa perangkat Lunak Edisi 7, terdapat beberapa definisi tentang perangkat lunak dan rekayasa perangkat lunak yaitu;
1. Instruksi-instruksi (program komputer) yang ketika dijalankan menyediakan fitur-fitur, fungsi-fungsi, dan kinerja-kinerja yang dikehendaki;
2. Struktur data yang memungkinkan program-program memanipulasi informasi, dan
3. Informasi deskriptif pada salinan tercetak dan bentuk-bentuk maya yang menggambarkan pengoperasian dan pengunaan program-program.
Sedangkan definisi rekayasa perangkat lunak sendiri adalah
1. Aplikasi atau suatu pendekatan yang sistematik, disiplin, dan dapat diukur pada pengembangan, operasi, dan perawatan pada perangkat lunak; yaitu, penerapan rekayasa pada perangkat lunak
2. Studi pendekatan-pendekatan seperti pada (1).
Model-model proses pada RPL
1. Model Proses Generik
Kerangka kerja proses generik untuk RPL mendefinisikan 5 aktivitas kerangka kerja, yaitu komunikasi (communication), perencanaan (planning), pemodelan (modeling), konstruksi (construction), pengguna (deployment).

processf

2. Penilaian dan Perbaikan Proses
SCAMPI
adalah Rekayasa Perangkat Lunak Institut resmi (SEI) metode untuk memberikan rating benchmark berkualitas relatif terhadap Capability Maturity Model Integration (CMMI) model. scampi penilaian digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari proses saat ini, mengungkapkan pengembangan / akuisisi resiko, dan menentukan peringkat kemampuan dan tingkat kematangan. Mereka sebagian besar digunakan baik sebagai bagian dari program perbaikan proses atau untuk pemasok rating prospektif. Metode ini mendefinisikan proses penilaian sebagai terdiri dari persiapan, tentang kegiatan-situs; pengamatan awal, temuan, dan peringkat; pelaporan akhir dan tindak lanjut kegiatan.

CBA IPI
(menurut prof. Dr. H. Drajat Al-bukhori S.Kom, M.kom) adalah alat diagnostik yang memungkinkan organisasi untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan pengembangan perangkat lunak kemampuan dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari proses saat ini, untuk berhubungan ini kekuatan dan kelemahan ke CMM, untuk memprioritaskan rencana perbaikan perangkat lunak, dan untuk fokus pada perbaikan perangkat lunak yang paling menguntungkan, mengingat saat ini tingkat kematangan dan tujuan bisnis. Metode ini penilaian kemampuan proses sebuah organisasi perangkat lunak dengan yang terlatih kelompok profesional yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menghasilkan temuan-temuan dan peringkat relatif terhadap CMM area proses kunci dalam lingkup penilaian. Temuan yang dihasilkan dari data dikumpulkan dari kuesioner, review dokumen, presentasi, dan wawancara mendalam dengan tengah manajer, pemimpin proyek, dan praktisi perangkat lunak.

SPICE
SPICE (Simulator Program with Integrated Circuit Emphasis) adalah program komputer yang digunakan untuk menghitungtiru (simulasi) perilaku rangkaian listrik. Program ini terutama di arahkan untuk perancangan rangkaian terpadu (IC). Data masukan program ini, yang disebut sebagai input-deck adalah berkas yang isinya merupakan paparan rangkaian yang hendak di-hitung-tiru. Ini meliputi tata hubungan (topology) rangkaian serta
nilai-nilai parameter dari setiap elemen rangkaian, misalnya sumber arus (I), sumber tegangan (V), resistansi (R),kapasitansi (C), dan induktansi (L). Paparan rangkaian ini disebut sebagai netlist.

ISO 9001:2000
Suatu standar internasional untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9001:2000 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memberikan produk yang dapat menjamin kepuasan pelanggan. ISO 9001:2000 bukan merupakan standar produk. ISO 9001:2000 hanya merupakan standar sistem manajemen (Gaspersz, 2001, p.1). ISO 9001:2000 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk. ISO 9001:2000 hanya merupakan standar sistem manajemen mutu (Gaspersz, 2001,p.1).

3. Model Preskriptif
a. Model Air terjun
– Komunikasi : permulaan proyek, teknik untuk mendapatkan spesifikasi kebutuhan pengguna.
– Perencaaan : membuat prakiraan, penjadwalan, pelacakan.
– Pemodelan : analisis, perancangan.
– Konstruksi : penulisan kode-kode program, pengujian.
– Pengguna : pengiriman, dukungan terhadap pengguna, umpan balik

b. Model Inkremental

increment model

c. Model Evolusioner

prototype model

d. Model Konkuren

figure-2-10

4. Model Proses yang Terkhususkan
a. Pengembangan Berbasis Komponen
Model pengembangan berbasis komponen memiliki banyak karaktristik yang dimiliki oleh model spiral. Pada dasarnya iya bersifat evolusioner [Nie92] sehingga menuntut pendekatan iteratif pada pembuatan perangkat lunak . Meski demikian, model ini mengonstruksikan perangkat lunak menggunakan komponen-komponen yang telah ada sebelumnya dengan cara merakitnya ke perangkat lunak yang sedang dikembangkan.
b. Model Metode Formal
Model ini menggunakan sejumlah aktivitas yang sesuai dengan spesifikasi formal matematis dari suatu perangkat lunak komputer.
c. Pengembangan Perangkat Lunak Berorientasi Aspek
Saat pertimbangan melintas berbagai fungsi, fitur, dan informasi sistem yang berbeda, mereka dirujuk sebagai pertimbangan melintas arsitektur (crosscutting concerns).
5. Proses Terpadu
a. Tahapan-tahapan dalam Proses Terpadu
– Komunikasi
– Perencanaan
– Pemodelan
– Konstruksi
– Penyerahan
6. Model Proses Personal dan Model Proses Tim
a. Proses Perangkat Lunak Pribadi
– Perencanaan (Planing) : aktivitas ini bertujuan untukmengisolasi sfesifikasi kebutuhan dan mengembangkan baik prakiraan yang berkaitan ukuran perangkat lunak maupun sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkannnya.
– Perencanaan peringkat tinggi : Sfesifikasi eksternal untuk masing-masing komponen yang akan dikonstruksi dikembangkan dan suatu rancangan yang berkaitan dengan pembentukan komponen dibuat.
– Tinjauan rancangan peringkat tinggi : Metode verifikasi formal (bab 21) diterapka untuk menyingkap kesalahan kesalahan yang tidak ditemukan saat perancangan.
– Pengembangan : Rancangan peringkat komponen diperhalus dan ditinjau ulang.
– Postmortem : Menggunakan pengukuran-pengukuran dan metrik-metrik yang terkumpul dan tingkat efektifvitas ditentukan.
b. Proses Perangkat Lunak Tim
Sasaran dari proses tim ini adalah mengembangkan suatu tim atau proyek perangkat lunak yang mampu mengatur dirinya sendiri untuk menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas tinggi.

Sumber : Buku Rekayasa Perangkat Lunak oleh Roger S. Pressman, Ph. D. Edisi 7